Kamis, 17 Oktober 2013 - 10:57:48 WIB
Pemerintah Siap Selesaikan Sejumlah PR Masalah Sawit
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kementrian BUMN - Dibaca: 342276 kali

Jakarta, GATRAnews- Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen tinggi untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan industri kelapa sawit, yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah, termasuk akibat ketentuan Uni Eropa yang mewajibkan pencantuman nama minyak sawit pada label kemasan, mulai 13 Desember 2014.

Pernyataan tersebut disampaikan Hatta, saat membuka Palm Oil Industry Development Conference 2013 di Grand Melia, Jakarta, Rabu (16/10). Menurutnya, tantangan di sektor kepala sawit kedepan sangat nyata, seperti masalah isu lingkungan dan sentimen pasar terhadap minyak sawit Indonesia. "PR ini harus diselesaikan, jangan sampai isu lingkungan dan sentimen menjadi barrier (penghambat, Red.) dalam perdagangan," tandas Hatta.

Untuk menyelesaikan berbagai PR tersebut, ujar Hatta, pemerintah bersama sejumlah pihak terkait, melakukan berbagai program yang segera diimplementasikan. Adapun garis besar agenda aksi yang dilaksanakan pemerintah, yakni  menyangkut sustainability, lingkungan dan isu sosial.

Terkait isu sosial, sawit juga dapat membangun kawasan pedesaan karena bisa membuka ribuan lapangan kerja dan menyerap angka pengangguran, sehingga dapat mengurangi kemiskinan di pedesaan. "Hal ini termasuk masalah perumahan, perbaikan kawasan, irigasi, air bersih, dan sekolah yang merupakan dampak pengembangan sawit. Kalau ini dikerjakan, isu negatif hilang sendiri," tandas Hatta.

Tentunya, imbuh dia, dalam mewujudkan hal itu, perlu dibarengi peningkatan dan pengembangan teknologi pengelolaan dan pengolahan sawit agar lebih maksimal dan tidak ada yang terbuang. Dicontohkannya, limbah sawit mengandung gas metan. Gas metan yang selama ini dibuang tersebut bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

"60 ton tandan buah segar per jam yang diproses, menghasilkan 2 MW listrik. Ini sesuatu yang positif, pendekatan-pendekatan teknologi semacam ini," ungkapnya.

Agar strategi besar tersebut bisa dicapai, Hatta menekankan semua pihak dan pemerintah harus bersatu. Selain itu, peran riset untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sawit Indonesia harus terus ditingkatkan. Pasalnya, dengan meningkatnya produktifitas, maka tidak perlu ada penambahan lahan yang signifikan.Rata-rata produktifitas minyak sawit nasional 3 ton per hektare dan periset Indonesia mampu meningkatkannya menjadi 7 ton per hektare.

Lebih lanjut, Hatta menambahkan, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam perdagangan kelapa sawit dunia. Produksi kelapa sawit Indonesia saat ini tercatat mencapai 26 juta ton per tahun atau telah mengalahkan Malaysia yang hanya memproduksi 17 juta ton per tahun. "Kita produksinya 26 juta ton, Malaysia cuma 16-17 juta ton. Kita akan menjadi price leader, kita akan menjadi pemain utama mempengaruhi harga," ucap Hatta

Menurutnya, hal itu akan terwujud, karena potensi produksi kelapa sawit Indonesia ke depannya akan mencapai 50 juta ton per tahun, sehingga bukan tidak mungkin Indonesia menjadi penguasa pasar kelapa sawit dunia. Dengan demikian, Indonesia juga akan mempunyai kekuatan besar untuk melawan kampanye dunia yang mengatakan, minyak kelapa sawit tidak ramah lingkungan dan kesehatan.

Meski demikian, lanjutnya, pasar domestik juga harus dimanfaatkan untuk menambah nilai tambah dan memperkuat daya saing. Untuk mendukung penggunaan dan pemanfaatan kelapa sawit tersebut, pemerintah akan terus mendukung penggunaan biofuel 10 persen yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu. "Untuk mengejar ini, kita harus sukses dalam hilirisasi dan biofuel ini ke depannya akan sangat bagus," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia, Derom Bangun berencana menggalang kekuatan yang lebih besar untuk melawan kampanye hitam tersebut, salah satunya bekerja sama dengan sejumlah negara.

"Kita kerja sama dengan Nigeria, Pantai Gading. Pernyataan se-Afrika semua negara penghasil sawit di Afrika, semua bersatu menghadapi tuduhan-tuduhan menyulitkan petani sawit. Kita undang mereka agar memperkuat kita," tandas Derom.

Untuk melawan kampanye hitam itu, Derom akan mengumpulkan semua asosiasi kelapa sawit dalam negeri terlebih dahulu. "Kalau disebut masalah Kesehatan, kami ingin mengajak kementerian kesehatan, apa yang tidak menyehatkan coba buktikan. Kita mau buktikan minyak kelapa sawit itu sehat dan mempunyai berbagai manfaat, sehingga nanti sangat dicari orang," ujarnya. (IS)

sumber : http://www.gatra.com/ekonomi-1/40826-pemerintah-siap-selesaikan-sejumlah-pr-masalah-sawit.html




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)