Profil
Diposting tanggal: 17 Oktober 2010

Badan-Badan Milik Usaha Negara (BUMN) merupakan salah satu soko guru perekonomian nasional. Kemajuan BUMN dapat mendorong kemajuan perekonomian dan daya saing nasional. Sebaliknya kemunduran BUMN akan menurunkan tingkat kemajuan perekonomian dan daya saing nasional. Lebih-lebih dalam nuansa globalisasi ini dimana kegiatan dan persaingan bisnis menjadi lebih terbuka disegala sektor dan melampaui batas-batas suatu Negara. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pengelolaan BUMN menjadi sangat penting untuk memacu pertumbuhan perekonomian dan daya saing nasional.

Saat ini keberadaan BUMN dengan total asset lebih dari seribu triliun masih belum terkelola dengan seksama. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya jumlah BUMN yang mengalami kerugian dari tahun ke tahun. Data kinerja BUMN tahun 2005 menunjukkan bahwa dari 158 BUMN dengan total aset sebesar Rp. 1.313 trilyun ternyata laba bersihnya pada tahun 2004 baru mencapai Rp 25 triliun (Pidato Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Lemhanas pada tangal 15 April 2005 – sumber: detik.com).

Dengan data tersebut, sangat jelas bahwa peningkatan kualitas pengelolaan BUMN sudah sangat mendesak dan memerlukan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah selaku pemegang saham maupun selaku regulator, dari karyawan BUMN, dari pelanggan, dari masyarakat, dari para pemegang saham, dll.

Merespon keprihatinanan tersebut dan dengan dilandasi rasa cinta, rasa memiliki, serta rasa kebanggaan yang mendalam terhadap BUMN serta dengan didorong oleh semangat untuk meningkatkan peran sertanya dalam upaya peningkatan kinerja dan daya saing BUMN, para pengelola kualitas dan pengelola kinerja dari sejumlah BUMN bertekad membentuk satu organisasi yang merupakan wahana untuk membangun sinergi, komunikasi dan pembelajaran bagi elemen elemen BUMN dalam kerangka peningkatan kinerja dan daya saing BUMN sehingga BUMN-BUMN menjadi kuat, tangguh dan unggul baik ditingkat nasional, regional maupun global. Tekad tersebut telah diwujudkan sejak Pebruari 2003 dengan dibentuknya Forum Ekselen BUMN dan saat ini (Juni 2007) tekad tersebut dipertegas dengan pengukuhan eksistensi organisasi dengan melalui penetapan Anggaran Dasar yang disyahkan oleh Notaris.