Historis FEB
Diposting tanggal: 17 Oktober 2010

Forum Ekselen BUMN (FEB) adalah organisasi nirlaba yang memiliki misi mendorong kinerja ekselen BUMN melalui penerapan kriteria Baldrige di lingkungan BUMN. Forum ini didirikan pada tanggal 13 Februari 2003 dan beranggotakan karyawan BUMN.

FEB merupakan wadah bagi para pengelola maupun para pemerhati kinerja / quality di lingkungan BUMN untuk saling berinteraksi, melakukan pembelajaran dan menjadi wadah dimana para anggotanya dapat melakukan sinergi untuk kemajuan pengelolaan kinerja BUMN.

FEB adalah organisasi nirlaba yang tidak berorientasi politik.

Keberadaan FEB diharapkan mampu menjadi partner untuk  memberikan pemikiran-pemikiran strategik dan kebijakan- kebijakan dalam bentuk saran, kajian, masukan, pendapat dan rekomendasi kepada Kementerian Negara BUMN dan masing-masing BUMN serta kepada pihak-pihak terkait lainnya, terutama yang berhubungan dengan pengembangan dan peningkatan kinerja BUMN.

Perkembangan oragnisasi FEB tidak bisa dilepaskan dari perkembangan kegiatan terkait dengan implementasi Malcolm Baldrige oleh BUMN di Indonesia.

Pada tanggal 3 April 2006 oleh BUMN Executive Club (BEC) dan Forum Excellence BUMN (FEB)  dengan  didukung  oleh  Kantor  Kementerian BUMN telah mendirikan Indonesian Quality Award Foundation (Yayasan Indonesian Quality Award). 

Lahirnya Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) bersamaan dengan Pencanangan tekad bersama penerapan  kinerja  ekselen  BUMN  oleh  Menteri BUMN yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian BUMN Bacelius Ruru. Pernyataan tekad diikuti oleh 50 CEO BUMN dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2004 di gedung Departemen Keuangan Jakarta.

Berikut ini adalah historis kegiatan pengembangan kinerja ekselen di BUMN Indonesia.

  1. Tahun 2002, Telkom menyelenggarakan Sharing on Excellence tentang keberhasilan Telkom menerapkan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence, dengan menghadirkan seluruh Direksi BUMN.
  2. Tahun 2003, bertempat di Krakatau Steel, sejumlah perwakilan BUMN, hasil pertemuan sharing from excellence Telkom, membentuk Forum Mutu BUMN.
  3. Tahun 2004, Forum Mutu BUMN berubah nama menjadi Forum Ekselen BUMN
  4. Tahun 2004, bersama BUMN Executive Club & Kementrian BUMN meluncurkan program Komitment Direksi BUMN untuk menerapakan MBCFPE.
  5. Tahun 2005, menyelenggarakan Indoensian Quality Award for BUMN.
  6. Tahun 2005, bersama BUMN Executive Club, mendirikan Yayasan IQA sebagai penyelenggara Indonesian Quality Award.
  7. Tahun 2006, melalui Yayasan IQA, dilaksanakan Indonesian Quality Award.
  8. Tahun 2007, menyelenggarakan Conference, Sharing from Expert dengan pembicara a.l. Mr. Paul Steel, Senior examiers Baldrige dari Amerika.
  9. Tahun 2008, Menyelenggarakan Annual Conference ke-1 di Denpasar Bali, dengan menghadirkan sejumlah pembicara International dan nasional. Bertindak selakau tuan rumah: PT. Pertamina.
  10. Tahun 2009, bersama Forum Human Capital Indonesia, menyelengarakan seminar International Human Capital Management dan Baldrige, di Jakarta.
  11. Tahun 2010, Menyelenggarakan Annual Conference ke-2  di Jakarta, dengan dengan menghadirkan sejumlah pembicara International dan nasional dan nasional. Bertindak selaku tuan rumah adalah PT. PLN.
  12. Tahun 2012, bersama Kementerian BUMN, memperkuat penerapan kriteria kinerja ekselen (Baldrige) dari yang awalnya bersifat voluntir kemudian menjadi bersifat mandatori. Nama kriteria disesuaikan menjadi Kriteria Penilaian Kinerja Unggul BUMN atau sekarang dikenal dengan KPKU. Asesmen dimulai dengan 25 BUMN menggunakan acuan KPKU 2012.
  13. Tahun 2013 – 2017 Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) yang diadopsi dan diadaptasi dari Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence telah mengalami up date pada tahun 2015. FEB mendapat kepercayaan dari Kementerian BUMN untuk memfasilitasi asesmen.

Sejak tahun 2012 FEB aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi para karyawan hingga Direksi BUMN melalui paket pelatihan: Execuitf Briefing, Interpretasi KPKU, Asesor KPKU, Asesor KPKU Lanjutan,  Asesmen Preparation Course serta pelatihan lainnya.

Mengacu pada surat Kementerian BUMN, setiap tahun  berbagai BUMN telah melakukan  asesmen KPKU dengan bantuan fasilitasi oleh FEB.  FEB berperan aktif  menyiapkan Lead Asesor dan Asesor KPKU serta Sekretariat FEB berperan mengatur jadwal dan pembagian tugas untuk para asesor serta kemudian melakukan proses quality assurance pada  Laporan Umpan Balik sebelum diserahkan ke BUMN serta di laporkan ke Kementerian BUMN. Berikut ini adalah jumlah BUMN yang telah melaksanakan asesmen KPKU serta peningkatan jumlah BUMN yang memperoleh tingkat ekselensi Good Performance keatas.